Gambar Armada Band

Andith (DRUM), Rizal (VOCAL), Endra' (BASS), Mai (GUITAR) dan Radha (GUITAR)

ARMADA BAND

Andith (DRUM), Rizal (VOCAL), Endra' (BASS), Mai (GUITAR) dan Radha (GUITAR)

ARMADA BAND

Andith (DRUM), Rizal (VOCAL), Endra' (BASS), Mai (GUITAR) dan Radha (GUITAR)

ARMADA BAND

Andith (DRUM), Rizal (VOCAL), Endra' (BASS), Mai (GUITAR) dan Radha (GUITAR)

ARMADA BAND

Andith (DRUM), Rizal (VOCAL), Endra' (BASS), Mai (GUITAR) dan Radha (GUITAR)

Kamis, 13 Desember 2012

DREAMWEAVER


Pengenalan JQuery Website

Setelah menjamurnya konsep blogazine pada blog, jQuery sekarang telah menjadi bahan wajib bagi web desainer maupun blogger. Sebenarnya apa itu jQuery?
jQuery adalah library javascript, jQuery berisi kumpulan kode-kode/fungsi-fungsi yang siap pakai sehingga mempermudah dan mempercepat waktu kita dalam menuliskan kode javascript, karena kita hanya memanggil fungsi-fungsi yang kita butuhkan yang tentu saja sudah ada dalam jQuery tersebut, serta tidak perlu lagi menyusun kode javascript dari nol.Tentunya ini sesuai dengan slogan jQuery itu sendiri, yakni "Write less, do more".

Menurut pengalaman saya dan teman-teman lainnya, jQuery sangatlah ringan sehingga dengan menggunakan jQuery tidak akan membuat halaman web kita menjadi lambat untuk di load, dengan porsi yang tidak berlebihan, tentunya. Sebelum mempelajari jQuery, ada baiknya Anda sudah menguasai dasar-dasar HTML, CSS serta JavaScript. Untuk dapat menggunakan library ini, Anda dapat mendownload jQuery dari situs resminya yaitu www.jquery.com lalu menaruhnya pada direktori tempat Anda menyimpan file halaman web, dan jangan lupa pula untuk memanggil file jQuery di setap halaman web diantara tag <head></head> Anda dengan cara:
<script type="text/javascript" src="jquery.js"></script>

Tulisan yang berwarna merah menandakan nama file, nama file tersebut harus di sesuaikan dengan nama file jQuery yang telah kita download. Untuk lebih lanjut mengenai tutorial dasar desain web dengan jQuery akan dibahas pada tutorial berikutnya.
|==============|
Sintaks pada jQuery |
|==============|
Penting!
sama seperti PHP, untuk mempraktikkan tutorial ini anda harus mempunyai Localhost dengan caramengubah komputer / laptop anda menjadi Server terlebih dahulu dan meletakkan file jquery di dalam localhost.

jQuery --sama seperti halnya library lainnya-- juga memiliki sintaks, biasanya sintaks yang dipakai adalah untuk memilih elemen-elemen HTML lalu melakukan suatu aksi terhadap elemen tersebut atau elemen lain. Ini mirip dengan gaya bahasa visual basic yang pada visual basic diistilahkan dengan konsep 'even driven' dimana suatu reaksi terjadi jika suatu aksi tertentu dilakukan.

Analoginya begini, misal: kita menuangkan sirup strawberry kedalam gelas yang berisi air putih, maka air putih tersebut akan berubah warna dari putih (bening) menjadi merah. Nah, Yang kita lakukan yakni menuangkan sirup adalah aksi, sedangkan peristiwa berubahnya warna pada gelas dinamakan reaksi.

Sintaks pada jQuery adalah sebagai berikut: $(selector).action()
Penjelasan!
$ biasa saya sebut dengan "cash", digunakan untuk mendefinisikan jQuery
selector) digunakan untuk menunjukkan elemen yang dipilih atau dituju
action() adalah aksi yang akan dilakukan terhadap elemen yang telah di seleksi atau dipilih.

agar lebih jelas saya beri contoh sebagai berikut:

<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8">
<title>Web Design | ilmugrafis.com</title>
<script type="text/javascript" src="jquery.js"></script>
<script type="text/javascript">
$(document).ready(function(){
            $("button").click(function(){
            $("p").hide(1000);
            });
})
</script>

</head>
<body>
<p>Tulisan ini akan bereaksi</p>
<button>Klik tombol ini</button>
</body>
</html>
<script type="text/javascript" src="jquery.js"></script>

Penjelasan!
Seperti yang telah dijelaskan pada tutorial sebelumnya baris ini digunakan untuk memanggil file jquery.js.
$(document).ready(function(){
Ini dimaksudkan kode javascript yang ada pada baris dibawahnya berjalan pada saat halaman web di load.
$("button").click(function(){
$("p").hide(1000);
});
Baris diatas bermakna: ketika elemen “button” di klik oleh pengguna, maka elemen “p” (paragraph) disembunyikan dengan kecepatan selama 1000 mili detik.
Hasilnya:
floating top
kok cuma gambar, tenang karena ilmugrafisTeam telah menyiapkan Tester JQuery script di atas tersebut disini klik Test JQuery agar kalian bisa mengetahui maksud dari elemen “p” (paragraph) disembunyikan :)

Coba Anda ubah sendiri kode diatas, misalnya dengan mengganti angka 1000 menjadi 2000, mengubah selector dari “button” menjadi “p” atau sebaliknya, dan lain-lain. Selamat bereksplorasi. Sampai disini dulu pengenalan JQuery, Sampai ketemu di tutorial - tutorial yang lain. Terima kasih, semoga bermanfaat

Tutorial Photoshop Seleksi Menggunakan Lasso Tool



Tutorial Photoshop Seleksi dengan Lasso Tool
Ilmu Grafis Tutorial Photoshop Seleksi Menggunakan Lasso Tool sangat umum dilakukan untuk membuat seleksi objek tak beraturan pada saat olah foto dgn photoshop. Tool photoshop yang satu ini sangat powerfull dalam membuat sebuah seleksi, karena dapat menyeleksi dalam bentuk apapun seperti objek yang tak bertauran.

Tutorial Photoshop ini membahas tentang pembuatan dan penggunaan seleksi menggunakan lasso. Para pengguna photoshop sudah biasa menggunakan tool ini, namun karena dari beberapa pertanyaan yang saya terima, saya merasa ada beberapa teman para pembaca ahlidesain.com ini yang masih pengguna Photoshop pemula. Maka dari itu, saya membuat artikel dalam beberapa tutorial Photoshop dasar. Tutorial tersebut dibuat agar para pengguna Photoshop pemula yang membaca ahlidesain.com bisa mengikuti langkah-langkah dan memahami tutorial yang saya tulis dengan lebih mudah.
Seleksi photoshop pada dasarnya dibuat berbentuk melingkar ( ada titik awal dan akhir ), entah digunakan untuk membuat garis 1 px atau membuat bentuk tertentu. Sebagai contoh, pada saat menyeleksi wajah, maka tool seleksi tersebut harus melingkari wajah tersebut. Diawali dari dari titik satu dan diakhiri pada titik lainnya yang biasannya titik ini dibuat agar saling mendekati, sehingga area seleksi mirip dengan apa yang diinginkan. Seleksi ditandai dengan garis beranimasi seperti semut yang sedang berjalan beriringan. Seleksi bisa di simpan dan diambil kembali jika dibutuhkan.
Lasso Tool digunakan untuk membuat seleksi dengan cara menekan dan tahan tombol mouse, sambil digerakkan mengikuti bentuk gambar yang akan diseleksi (klik drag and drop ). Cocok digunakan untuk membuat seleksi yang tidak memerlukan bentuk yang akurat sehingga prosesnya cepat. Simple task, bisa dikatakan demikian. Beberapa fungsi seleksi yang rumit dan membutuhkan special treatment dilakukan menggunakan tool lain, seperti pada seleksi color range, seleksi channel dan quick selection tool. Bentuk hasil seleksi photoshop menggunakan lasso tool berupa melingkar.
Lasso Groups Tool dibagi menjadi 3 tool, yaitu :
1. Lasso Tool
2. Polygonal Lasso Tool
3. Magnetic Lasso Tool
Tutorial Photoshop Seleksi dengan Lasso Tool

Cara Membuat Seleksi dengan Lasso Tool

Langkah 1
Untuk menerapkan tutorial ini sebaiknya Anda melakukan persis apa yang ada di langkah-langkah tutorial ( sebagai latihan dasar ), kemudian Anda bisa menerapkan ilmu dari tutorial ini dengan gambar lainnya. Buka dulu source latihan yang bisa di download pada link ini. Kemudian buka di jendela kerja photoshop.Tutorial Photoshop Seleksi dengan Lasso Tool
Langkah 2
Pilih lasso tool yang ada di toolbox.
Langkah 3
Atur preferensi yang mungkin bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi.
  1. New selection, digunakan untuk membuat seleksi baru saat klik mouse.
  2. Add to selection, digunakan untuk menambah / melebarkan area seleksi yang sudah ada.
  3. Substract from selection, digunakan untuk mengurangi / memotong area seleksi yang sudah ada.
  4. Intersect with selection, digunakan untuk membuat area seleksi baru berdasarkan perpotongan seleksi pertama dan kedua.
  5. Feather, berfungsi untuk mengatur transparansi pada tepi seleksi, tepian seleksi lebih halus.
  6. Klik pilihan anti-aliasing, berfungsi untuk mengurangi ujung seleksi yang bergerigi dan tidak rata.
  7. Refine edge, digunakan untuk mengatur / memperbaiki hasil seleksi yang sudah dibuat. Agar fungsi ini aktif maka Anda wajib sudah mempunyai seleksi.
Langkah 4
Klik mouse Anda dan geser mengelilingi objek (ingat! awal titik adalan akhir titik ). Seleksi sudah jadi, jika ingin memperbaiki seleksi seperti menambah seleksi pada area tertentu Anda bisa gunakan tombol shift ( muncul icon plus ) sambil klik dan geser. Untuk mengurangi seleksi pada area tertentu gunakan tombol keyboard ALT.
Tutorial Photoshop Seleksi dengan Lasso ToolTips:
Pada waktu proses seleksi sedang berjalan, Anda bisa mengubah lasso tool menjadi Polygonal Lasso Tool dengan cara menekan tombol ALT dan tahan. Dengan cara ini objek dengan garis lurus dan melengkung masih bisa diseleksi menggunakan kombinasi keduanya.
Jika Anda berminat Anda bisa download video tutorial sekaligus source latihan pada link dibawah. Pada saat membuka source photoshop psd, klik Menu Select > Load Selection dan pilih seleksi yang ada untuk pembelajaran.

Tutorial Photoshop Seleksi dengan Shape


Tutorial Photoshop Seleksi dengan ShapeIlmu Grafis Desain Tutorial Photoshop Seleksi Menggunakan Shape pada dasarnya sama dengan seleksi menggunakan path atau objek pada layer. Seleksi Photoshop ini menghasilkan seleksi yang sama dengan bentuk dari shape dan shape dasar seperti kotak dan lingkaran. Seleksi menggunakan cara ini akan menghasilkan seleksi ber-anti alias secara langsung meski path tidak ditransformasi.
Transformasi berarti diperkecil atau diperbesar menggunakan klik kanan transform atau klik menu Edit > Frre Transform. Hasil transformasi biasanya akan di anti alias atau dengan kata lain akan membentuk objek berundak seperti anak tangga, juga dikenal sebagai memperhalus tepian seleksi. Ada kelebihan dan kekurangannya menggunakan cara ini, tentunya.
Kelebihan
  1. Objek akan di anti alias sehingga hasil tepian menjadi halus
  2. Seleksi dengan objek tertentu, misalnya star bisa dilakukan ( ika menggunakan tool lain akan lebih lama ).
  3. Seleksi lebih mendekati apa yang diinginkan, ingat shape mode pen tool dan freeform pentool juga bisa diakses menggunakan tool ini.
  4. Banyak shape yang bisa kita dapatkan di internet via googling.
Kekurangan
  1. Jika menginginkan tanpa anti alias, yang berarti full piksel ( detail tinggi ) tidak bisa dilakukan
  2. Seleksi berupa objek tertentu hanya bisa dilakukan jika tersedia pada shape, artinya bendtuk objek star bisa dilakukan jika kita punya shape star ( based shape, meski ada pentool namun mending langsung menggunakan pentool secara langsung daripada mengakses shape tool).
  3. Seleksi bisa dilakukan setelah shape dibuat pada layer, eda dengan group marquee atau group lasso tool yang langsung tercipta seleksi
Dengan mempertimbangkan hasil seleksi ( baca: kelebihan) maka sudah selayaknya saya membuat tutorial ini. Sedikit cerita, saya juga sering menggunakan cara ini untuk membuat seleksi berupa objek shape yang seringkali saya butuhkan dalam proses pembuatan karya desain menggunakan photoshop.

Langkah Membuat Seleksi Menggunakan Shape

Langkah 1
Buka gambar yang akan diseleksi, sebagai contoh saya akan gunakan gambar berikut.Tutorial Photoshop Seleksi dengan Shape
Langkah 2
Klik tool shape, entah itu rectangle, ellipse, custom atau based shape lainnya jika Anda mempunya objek yang ingin diseleksi namun mempunyai bentuk khusus ( baca: bentuknya seperti shape yang ada di photoshop ). Saya gunakan rounded rectangle tool yang bisa saya pakai untuk membuat artikel pada website ilmu grafis yang sangat sesuai untuk membuat seleksi gambar seperti contoh di atas.
Gambar contoh di atas susah jika diseleksi menggunakan lasso tool, magic wand, apa lagi menggunakan color range, yang mungkin adalah polygonal lasso tool namun kurang tepat karena pojokan berupa rounded ( melengkung ) bukan berupa garis lurus.
Langkah 3
Atur preferensi yang mungkin akan mempengaruhi hasil seleksi nantinya.Tutorial Photoshop Seleksi dengan Shape
Mode tool dibagi menjadi 3 :
1. Shape : digunakan untuk membuat shape
2. Path : digunakan untuk membuat path berupa rounded ( karena type tool yang dipilih adalah roundedn)
3. Fil Pixels : dgunakan untuk membuat objek ( berisi titil warna ) rounded
Type tool shape : adalah jenis tool yang tersedia pada group tool shape
Radius : Digunakan untuk mengatur besarnya lekukan hasil shape nantinya
Opsi pembuatan:
1. Create a new shape layer : digunakan untuk membuat shape layer baru
2. Add to shape area : digunakan untuk menambah area shape yang sudah ada
3. Substract from shape area : digunakan untuk mengurang area shape yang sudah ada
4. Intersect shape area : digunakan untuk membuat shape baru dari perpotongan shape 1 dan shape selanjutnya
5. Exclude shape overlapping area : digunakan untuk membuat shape baru namun perpotongan shape ( menimpa satu sama lain ) akan dihilangkan ( kosong, tak berisi titik warna ).
Style : digunakan untuk mengatur style yang digunakan saat membuat shape
Color : digunakan untuk mengisi warna tertentu pada shape yang sudah dibuat.
Langkah 4
Pada mode pilih shape, isi radius sesuai dengan kebutuhan, pada gambar contoh kita akan menggunakan 3px. Maka dari itu isi radius menjadi 3 piksel.
Langkah 5
Perbesar view Anda untuk memudahkan Anda membuat shape diatas objek yang akan diseleksi menggunakan zoom in. [ CTRL++ ]. Klik dan geser mouse pointer Anda mulai dari ujung kiri atas ke pojok kiri bawah menutupi objek rounded gambar.Tutorial Photoshop Seleksi dengan ShapeJika pada kondisi ini Anda tidak menutupi objek dengan sempurna, jangan sekali-kali ditransformasi (diperbesar atau dikecilkan menggunakan klik menu edit > free transform [ CTRL+T ] ) karena rounded anda akan bermasalah. Solusi yang bisa dipakai adalah membuat ulang ( klik drag lagi) yang sebelumnya wajib Anda undo (edit > undo [ CTRL+Z ] ). Atau bisa dengan cara mengedit path-nya.
Tutorial Photoshop Seleksi dengan Shape
Langkah 6
Jika objek sudah tertutupi dengan sempurna maka anda bisa tekan tombol keyboard CTRL sambil klik pada layer letak shape berada. Seleksi akan tercipta, setelah itu hilangkan visibility layer shape agar Anda bisa lihat objek terseleksi. Pilih Layer background ( letak objek rounded ), klik Menu Layer > New > Layer via Copy [ CTRL+J ]. Maka objek sudah terduplikasi dan siap untuk diolah dalam photoshop.Tutorial Photoshop Seleksi dengan Shape


PERMAINAN WARNA PHOTOSHOP


Sekilas mengenai warna

Warna apapun dapat dinyatakan dalam tiga warna dasar (RGB) yaitu merah, hijau, dan biru. Cara menyatakan warna yang lain adalah dengan mode HSL yaitu Hue, Saturation, dan Lightness. Mode lain adalah CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black).
Pada bab ini akan dibahas mengenai permainan warna, mulai dari mengatur latar belakang gambar, membuat gradient, mengatur brightness & contrast, dan masih banyak lagi tool-tool yang menarik. Pada subbab selanjutnya Anda dapat langsung praktek dengan didampingi instruktur.
3.2. Paint Bucket Tool
Paint Bucket Tool digunakan untuk mengganti background yang memiliki warna sama atau mirip. Background dapat diganti dengan pattern.
3.3. Gradient Tool
Gradient tool digunakan untuk menghasilkan warna gradasi. Jangan lupa lakukan seleksi terlebih dahulu bagian mana yang akan diisi warna gradasi. Jika tidak, maka seluruh kanvas terisi dengan gradasi.
3.4. Brush Tool
Brush Tool digunakan sebagai kuas dalam mengambar dengan mouse. Atur besar kecilnya brush, hardness, opacity, dan flow. Bush Tool dapat juga bekerja pada mode Air Brush.
3.5. Brightness/Contrast
Brightness digunakan untuk mengatur kecerahan gambar. Contrast digunakan untuk mengatur ketajaman gambar. Gunakan menu Image -> Adjustment -> Brightness/Contrast.
3.6. Level
Level berfungsi mirip dengan Brightness/Contrast namun lebih fleksible karena warna dapat diatur warna gelap, warna menengah, dan warna terang. Level dapat bekerja pada selection atau seluruh kanvas. Gunakan menu Image -> Adjustment -> Level.
3.7. Curves
Curves bekerja seperti level, namun Anda mengatur warna RGB dalam bentuk curva. Gunakan menu Image -> Adjustment -> Curves. Curva dapat diatur otomatis, mode RGB atau diatur sendiri-sendiri untuk tiap-tiap warna.
3.8. Color Balance
Melalui menu Image -> Adjustment -> Color Balance kita dapat mengatur keseimbangan warna.
3.9. Photo Filter
Photo filter digunakan untuk memberikan filter pada gambar. Mirip seperti filter yang diletakkan di depan lensa kamera. Gunakan menu Image -> Adjustment -> Photofilter.
3.10. Replace Color
Replace Color digunakan untuk mengganti warna tertentu dalam gambar, sedangkan warna yang lain tidak ikut berubah. Misalnya untuk mengganti warna apel dengan tanpa mengubah warna background. Gunakan menu Image -> Adjusments -> Replace Color.
3.11. Hue/Saturation
Hue/Saturation digunakan untuk mengganti warna pada keseluruhan gambar/seleksi. Hue adalah warna, sedangkan Saturation adalah tebal/tipisnya warna. Gunakan tool ini melalui Image -> Adjustment -> Hue/Saturation. Perubahan warna dapat diatur pada chanel master, atau tiap-tiap warna.
3.12. Match Color
Match Color akan menyamakan warna gambar source kepada gambar yang akan diubah. Misalnya di sini akan diubah gambar danau3.jpg, menjadi suasana matahati terbit seperti gambar acuan. Gunakan tool ini melalui menu Image -> Adjustment -> Match Color.
Tutorial Adobe Photoshop - Match Color
Tutorial Adobe Photoshop - Match Color

Zoom Effect Dengan Filter Radial Blur Di Photoshop



radial-blur-final.jpg
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara memanfaatkan filter radial blur yang tersedia di Photoshop untuk menghasilkan foto dengan efek zoom (seolah-olah anda menggerakkan zoom di lensa sembari mengambil foto) seperti diatas. Anda juga bisa mengikuti tutorial ini dengan mendownload foto yang saya gunakan disini. Langsung saja kita mulai:

  1. Buka foto yang akan dipakai di Photoshop
  2. radial-blur-1.jpg
  3. Di menu, klik Filter >> Blur >> Radial Blur
  4. 002.jpg
  5. Saat muncul kotak dialog, saya pilih seperti ini:
  6. opsi.jpg

Belajar C++ (Struktur program)



Contoh program pada materi berikut dapat dijalankan dengan Borland C++ (turbo C++ juga boleh). Secara umum struktur program dalam C++ adalah sebagai berikut:
deklarasi header file/preprocessor
deklarasi konstanta
deklarasi var global
deklarasi fungsi
deklarasi class
program utama (fungsi utama)
main() {
……
……
}
Keterangan :
Deklarasi header file diawali dengan #include <.......> atau #include "........." Titik-titik diisi dengan nama header file yang ingin digunakan. Header file merupakan suatu fungsi yang mendukung eksekusi instruksi tertentu dalam C++
Deklarasi konstanta (bisa ada bisa tidak)
Deklarasi variabel global (bisa ada bisa tidak)
Deklarasi fungsi bisa ada bisa tidak. Fungsi juga dapat diletakkan seletah fungsi main().
Deklarasi class (bisa ada bisa tidak)
Fungsi utama, harus ada, diawali dengan { dan diakhiri dengan }. Didalamnya berisi instruksi-instruksi yang nantinya akan dieksekusi berikut deklarasi variabel (variabel lokal) yang diperlukan.

Beberapa header file yang sering digunakan :
iostream.h
Untuk instruksi:
cout<<”.....................”; cin>>nama_var;

conio.h
Untuk instruksi:
getch();
clrscr();

Instruksi untuk memindah cursor dibaris berikut:
”\n”
<&ltendl; Menuliskan komentar : // Jika komentar hanya satu baris /*.....*/ Sangat berguna jika komentar lebih dari satu baris. C++ bersifar case sensitive à membedakan huruf besar dan huruf kecil, sehingga: instruksi harus ditulis dalam huruf kecil Variabel yang ditulis dengan huruf kecil dan huruf besar berbeda. Contoh program : Contoh pertama berikut akan menampilkan teks Belajar C++ di layar.

//ini contoh pertama
#include "iostream.h"
#include "conio.h"
main() {
cout<<"Belajar C++"; getch(); } //ini contoh kedua
#include "iostream.h"
#include "conio.h"
main() {
cout<<"Belajar C++"; cout<<"Media Belajar"; cout<<"Pemrograman Dasar"; getch(); }

Contoh kedua diatas akan menampilkan tulisan sesuai dengan yang diapit tanda petik dan ditampilkan dalam satu baris

Contoh ketiga berikut akan menampilkan tulisan sesuai dengan yang diapit tanda petik dan ditampilkan dalam tiga baris

//ini contoh ketiga
#include "iostream.h"
#include "conio.h"
main() {
cout<<"Belajar C++\n"; cout<<"Media Belajar\n"; cout<<"Pemrograman"; getch(); }

Contoh keempat akan memberikan output sama dengan contoh tiga.
//ini contoh keempat
#include "iostream.h"
#include "conio.h"
main() {
cout<<"Belajar C++"<&ltendl; cout<<"Media Belajar"<&ltendl; cout<<"Pemrograman Dasar"<&ltendl; getch(); }

Coba tebak...output dari contoh kelima berikut.

//ini contoh kelima
/* Pengggunaan \n
untuk mengatur tampilan */
#include "iostream.h"
#include "conio.h"
main() {
cout<<"Belajar\n C++\n"; cout<<"\nMedia Belajar"; cout<<"\nPemrograman\nDasar"; getch(); }

Borland C++


strings

Dalam pemrograman, string merupakan kumpulan dari beberapa karakterkarakter.
Untuk membedakan string dengan karakter, dalam C++ dibedakan
penulisannya. Suatu nilai merupakan string apabila diapit dengan tanda petik
ganda “...“, misalnya “SAYA”. Sedangkan karakter (char) diapit dengan tanda
petik tunggal, misal ‘s’.
Lantas bagaimana dengan “s”?? Dalam hal ini “s” juga merupakan string,
meskipun karakter penyusunnya terlihat hanya satu. Akan tetapi pada
kenyataannya, “s” disusun tidak hanya karakter ‘s’ saja, melainkan terdapat pula
karakter NULL atau ‘\0’, yang berfungsi sebagai tanda akhir dari string.
Untuk mendeklarasikan suatu variabel merupakan string, maka perintahnya:
char variabel[maks karakter];
contoh:
char teks[20];
Perintah di atas bermakna bahwa teks merupakan variabel string dengan jumlah
karakter yang dapat disimpan maksimal adalah 20 (sudah termasuk karakter
NULL).
A. Inisialisasi String
Misalkan suatu variabel string katakanlah kalimat[30] akan diberi nilai “SAYA
BELAJAR C++”, maka perintahnya:

char kalimat[30] = “SAYA BELAJAR C++”;
Program lengkapnya sbb:
#include
#include
void main()
{
int a;
a = 20;
char kalimat[30] = “SAYA BELAJAR C++”;
cout << “Nilai a = “ << a << endl;
cout << “Nilai kalimat = “ << kalimat << endl;
}
Tidak boleh seperti di bawah ini!!
void main()
{
int a;
char kalimat[30];
a = 20;
kalimat = “SAYA BELAJAR C++”; // atau
kalimat[30] = “SAYA BELAJAR C++”;
cout << “Nilai a = “ << a << endl;
cout << “Nilai kalimat = “ << kalimat << endl;
}
C. Membaca String dari Keyboard
Selanjutnya bagaimana cara membaca string yang berasal dari keyboard?
Berikut ini contohnya:
#include
#include
void main()
{
char nama[20];
char alamat[30];
cout << “Masukkan nama Anda : “;
cin.getline(nama, sizeof(nama));
cout << “Masukkan alamat Anda : “;
cin.getline(alamat, sizeof(alamat));
cout << “Nama Anda : “ << nama << endl;
cout << “Alamat Anda : “ << alamat << endl;
}
D. Mengcopy String
Kemudian bagaimana untuk mengassign suatu string dari variabel ke variabel
lain? Misalnya kata1 diberi string “HALLO”. Selanjutnya kata2 akan diberi string
dari kata1. Untuk melakukan hal ini, Anda tidak bisa memberikan perintah
kata2 = kata1;
Perintah yang digunakan untuk keperluan di atas adalah dengan:
strcpy(kata2, kata1); // mengcopy isi dari kata1 ke kata2
Contoh:
#include
#include
#include
void main()
{
char kata1[20] = “HALLO”;
char kata2[20];
strcpy(kata2, kata1);
cout << “Kata1: “ << kata1 << endl;
cout << “Kata2: “ << kata2 << endl;
}
E. Function untuk Operasi String
Function-function berikut ini dapat digunakan untuk memanipulasi string.
Sebelum function digunakan, tambahkan file header string.h pada include.
- Mengetahui panjang string dengan strlen()
sintaks:
strlen(string)
akan mereturn bilangan bulat yang menyatakan panjang string.
Contoh:
int panjangteks;
char kalimat[30] = “BELAJAR C++ TIDAKLAH SULIT”;
panjangteks = strlen(kalimat);
cout << “Panjang string : “ << panjangteks;
- Menggabungkan string dengan strcat()
Sintaks:
strcat(string1, string2)
menambahkan string2 ke string1.
Contoh:
char kata1[5] = “SATU ”;
char kata2[5] = “DUA”;
strcat(kata1, kata2); // nilai kata1 menjadi “SATU DUA”
- Mengkonversi ke huruf kapital dengan strupr()
Sintaks:
strupr(string)
Mengubah huruf kecil dari string ke huruf kapital.
Contoh;
char string1[30] = “aBcDefgHIJKLmno”;
strupr(string1); //nilai string1 menjadi “ABCDEFGHIJKLMNO”
- Mengkonversi ke huruf kecil dengan strlwr()
Sintaks:
strlwr(string)
Function ini kebalikan dari strupr().
- Mencari Substring dengan strstr()
Misalkan diberikan suatu string “JAKARTA KOTA METROPOLITAN”. Apakah
string “METRO” terdapat dalam string tersebut?
Untuk mengetahui hal ini dengan C++, kita dapat menggunakan function
strstr().
Sintaks:
strstr(string1, string2);
Function tersebut akan mereturn nilai 1 jika string2 merupakan substring dari
string1, dan akan mereturn 0 jika tidak.
Contoh:
if (strstr(“JAKARTA KOTA METROPOLITAN”, “METRO”) == 1)
cout << “Merupakan substring”;
else cout << “Bukan merupakan substring”;
- Membalik string dengan strrev()
Bagaimana cara membalik string “C++” supaya diperoleh “++C”?
Berikut ini perintah dalam C++,
sintaks:
strrev(string);
Contoh:
char kata[10] = “C++”;
strrev(kata);
cout << kata;

artikel pemograman c++




Contoh Program C++ : Bagian 2 Menghitung Keliling dan Panjang Diagonal Segiempat
Ditulis oleh dickynd di/pada Desember 15, 2008
Contoh program c++ kali ini akan membahas bagaimana cara menghitung sebuah keliling dan menentukan panjang diagonal sebuah bangun segiempat, dimana untuk menghitung sebuah keliling kita memerlukan formula yang udah kita pelajari dari SD-SMA, dan untuk menghitung sebuah diagonal kita akan menggunakan sebuah teorema phytagoras. dan untuk itu maka kita akan menggunakan beberapa fungsi matematika kita akan menggunakan file header math.h Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Contoh Program C++IT Bertanda: , 8 Komentar »
Manipulasi Input dan Output dalam C++
Ditulis oleh dickynd di/pada Desember 13, 2008
Dalam setiap bahasa pemrograman kita dapat melakukan manipulasi data(format), begitu pula dalam bahasa pemrograman c++. Untuk dapat mengunakan perintah menipulasi input dan output kita harus menggunakan header iomanip.h. berikut beberapa perintah dasar dalam memanipulasi input dan output dalam c++ :
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Contoh Program C++ITTips & Trik Pemrograman C++Tutorial C++ Bertanda:  3 Komentar »
Contoh Program C++ : Bagian I
Ditulis oleh dickynd di/pada Desember 10, 2008
a. Mencetak symbol * dengan menggunakan for bersarang
kali ini akan membahas bagaimana mencetak * dengan format manipulasi input output dan penggunaan for untuk mencetak
permasalahan :
bagaimana kita ingin menampilkan output seperti
* * * *
* * *
* *
*
algoritma :
1. mendefinisikan konstanta maxs sebagai batas / syarat perulangan
2. Deklarsai variabel baris dan kolom untuk melakukan perulangan sebagai dasar atau inisialisasi awal untuk melakukan perulangan.
3. Perulangan baris dengan inisialisasi awal baris = 0; syarat perulangan baris <=maxs; dan step perulangan baris+1
4. Dalam perulangan baris terdapat perulangan kolom dengan inisialisasi awal kolom=0; syarat perulangan kolom<=maxs; dan step perulangan kolom+1.
5. proses mencetak dilakukan dalam perulangan kolom dan melakukan Seleksi dengan menggunakan IF apakah kolom mod 2 =1, jika benar maka cetak *, dan jika salah berikan spasi untuk jarak bintang.

Pengenalan Bahasa Program C++
Ditulis oleh Administrator
Sabtu, 09 Mei 2009 11:17
Sekilas Program C++ dan C
Bahasa pemrograman C++ adalah bahasa pemrograman yang berada antara bahasa beraras tinggi dan bahasa beraras rendah. Bahasa beraras tinggi mempunyai kompatibilitas yang tinggi antar platform, sehingga memudahkan dalam pembuatan pada berbagai jenis mesin. Berbeda halnya dengan bahasa beraras rendah, setiap perintahnya bergantung pada jenis mesin.
Pendahulu bahasa pemrograman C++ adalah C, diciptakan oleh W. Kernighan dan Dennis M. Ritchie pada tahun 1972. C adalah bahasa pemrograman terstruktur, yang membagi program dalam bentuk sejumlah blok, yang bertujuan untuk memudahkan dalam pembuatan dan pengembangan program. Program yang ditulis dengan menggunakan C mudah sekali untuk dipindahkan dari satu jenis mesin ke jenis mesin lainnya. Hal ini berkat adanya standarisasi bahasa C yaitu berupa standar ANSI (American National Standards Institute) yang dijadikan acuan oleh para pembuat compiler C.

Borland c++

Entries Tagged ‘Borland C++’:
Mengenal Variabel dan Konstanta Dalam Bahasa C++
filed in BuzzGator on Des.27, 2009
Lanjutan dari tulisan sebelumnya mengenal tipe bentukan dalam bahasa c++, sekarang saya akan sedikit mengulas mengenai pengenalan variabel dan konstanta dalam bahasa pemrograman c++ .Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. sedangkan konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya [...]
Tags: 
Leave a Comment
Mengenal Tipe Bentukan Di Bahasa C++
filed in BuzzGator on Des.26, 2009
Bagi anda yang masih belajar bahasa pemrograman C++, disini saya akan sedikit berbagi mengenai Tipe data bentukan dalam bahasa pemrograman C++.Tipe bentukan adalah tipe-tipe yang dibuat sendiri dengan menggunakan tipe-tipe dasar yang tersedia. Tipe bentukan ini dibagi ke dalam tiga bagian yaitu, array, struktur dan enumerasi. Untuk membuat sebuah tipe data bentukan kita perlu menggunakan [...]


PENGERTIAN c++

Tutorial ini untuk siapa saja, walaupun anda belum pernah melakukan pemrograman, atau jika andapun berpengalaman dalam pemrograman dengan bahasa pemrograman lain tapi ingin mempelajari bahasa C++, ada baiknya anda mengikuti penjelasan disini.
C++ adalah sebuah bahasa pemrograman yang memiliki banyak dialek, seperti bahasa orang yang banyak memiliki dialek. Dalam C++, dialek bukan disebabkan oleh karena si pembicara berasal dari Jepang atau Indonesia, melainkan karena bahasa ini memiliki beberapa kompiler yang berbeda. Ada empat kompiler umum yaitu : C++ Borland, C++ Microsoft Visual, C/386 Watcom, dan DJGPP. Anda dapat mendownload DJGPP atau mungkin saja anda telah memiliki kompiler lain.
Setiap kompiler ini agak berbeda. Setiap kompiler akan dapat menjalankan fungsi fungsi standar C++ ANSI/ISO, tetapi masing masing kompiler juga akan dapat menjalankan fungsi fungsi nonstandard (fungsi fungsi ini, agak mirip dengan ucapan yang tidak standar yang diucapkan orang diberbagai pelosok negeri. Sebagai contoh, di New Orleans kata median disebut neutral ground). Kadang kadang pemakaian fungsi nonstandard akan menimbulkan masalah pada saat anda hendak mengkompilasi kode sumber data (source code) (yaitu program berbahasa C++ yang ditulis oleh seorang programer) mempergunakan kompiler yang berbeda. Tutorial ini tidak terlepas dari masalah seperti itu.
Bila anda belum mempunyai sebuah kompiler, disarankan agar anda segera memiliki sebuah kompiler. Sebuah kompiler sederhana sudah cukup untuk dipergunakan oleh anda dalam mengikuti tutorial ini.
Bahasa pemrograman C++ adalah bahasa yang amat berbeda. Untuk kompiler C++ berbasis DOS, akan memerlukan beberapa kata kunci (keywords); keyword sendiri tidak cukup untuk difungsikan sebagai input dan output. Walau hampir semua fungsi dalam file library tampaknya bias diakses oleh header filenya. Coba kita lihat program sesungguhnya :#includeint main(){cout<<”HEY, you, I’m alive! Oh, and Hello World!”;return 0;}
Marilah kita lihat elemen dari program diatas. Tanda #include adalah sebuah prosesor pengarah yang mengatakan kepada kompiler untukmeletakan kode dari header file iostream.h kedalam program. Dengan menyertakan header file, anda dapat mengakses banyak fungsi fungsi berbeda. Dalam contoh diatas, fungsi cout memerlukan file iostream.h.
Pada baris berikutnya yang penting adalah int main(). Baris ini mengatakan kepada kompiler bahwa ada sebuah fungsi bernama main, yang mana fungsi itu mengembalikan sebuah integer, sehingga diberi tanda int. Tanda kurung ({ dan }) menandakan awal dan akhir fungsi dalam program diatas dan menghentikan kode lainnya. Jika anda memakai bahasa Pascal, anda akan mempergunakan perintah BEGIN dan END.
Baris berikutnya dari program diatas agak aneh. Jika anda menulis sebuah program mempergunakan bahasa lain, anda akan mengetahui bahwa perintah print akan menampilkan text di layar monitor. Dalam bahasa C++ tidaklah demikian, pemakaian fungsi cout dipakai untuk menampilkan text di layar monitor anda. Itu juga memakai tanda atau symbol <;<; , yang diketahui sebagai operator pemasukan ( insertion operators). Tanda tersebut mengatakan kepada kompiler agar segera menghasilkan output sesuai dengan input anda. Tanda semicolon ditambahkan kedalam bagian akhir dari semua fungsi yang dipanggil dalam bahasa C++; tanda seterusnya memperlihatkan variable yang anda deklarasikan.
Pada baris itu juga ada kode yang memerintahkan fungsi main kembali ke 0. Pada saat satu kali kembali diproses, itu dilakukan melalui system operasi. Sebagai catatan, pendeklarasian fungsi main yang tidak diinginkan memiliki proses kembali, dapa ditambahkan – void main() – dan biasanya itu berfungsi dengan baik; namun cara ini merupakan cara yang kurang baik.
Tanda kurung terakhir berperan sebagai penutup agar fungsi dihentikan. Anda bias mencobamengoperasikan fungsi ini didalam sebuah kompiler. Anda dapat melakukan cut dan paste kode diatas kedalam sebuah file, dan menyimpannya sebagai file.cpp, dan kemudian anda buka file itu dari dalam kompiler anda. Jika anda memakai baris perintah kompiler seperti yang ada dalam Borland C++ 5.5, sebaiknya anda membaca dahulu instruksi kompiler tentang bagaimana cara melakukan kompilasi (how to compile).
Comment atau komentar sering dipakai dalam penulisan program. Ketika anda mengatakan kepada kompiler bahwa sebuah bagian dari program anda adalah tex komentar, kompiler tidak akan memasukan itu sebagai perintah pemrograman. Untuk membua sebuah komentar dipergunakan tanda //, yang mengaakan kepada kompiler bahwa baris berikut adalah komentar, atau memakai tanda /* dan kemudian diakhiri tanda */ untuk menandai bahwa segala yang ada antara kedua tanda ini adalah komentar. Beberapa kompiler akan mengubah warna area komentar, tetapi beberapa kompiler lain tidak. Berhati hatilah dalam menulis program anda agar kode program anda tidak dianggap sebagai komentar oleh kompiler karena dapat mempengaruhi output program yang anda buat.
Selanjutnya anda harus dapa menuliskan program sederhana untuk menampilkan informasi yang anda ketikan kedalamnya. Selain itu, program juga bisa dibuat untuk menerima input. Fungsi yang dipakai adalah cin, dan diikuti dengan tanda >>.
Tentu saja sebelum anda mencoba menerima input, anda harus memiliki tempat penyimpan input. Dalam pemrograman, input dan data disimpan dalam variable. Ada beberapa jenis variable. Pada saat anda ingin mengatakan kepada kompiler sebuah variable yang anda deklarasikan, anda harus menyertakan tipe data dan nama dari variable itu. Beberapa cara dasar adalah dengan menuliskan include char, int, dan float.
Sebuah variabel char menyimpan sebuah karakter tunggal; variabel int akan menyimpan integer (bukan bilangan desimal), dan variables float akan menyimpan bilangan desimal. Setiap variable – char, int, dan float – merupakan sebuah kata kunci (keyword) yang and pergunakan pada saat anda mendeklarasikan sebuah variabel. Untuk mendeklarasikan sebuah variable anda memakai syntax type . Ini diijinkan untuk mendeklarasikan variable multiple dari jenis variable yang sama pada baris yang sama; masing masing variabelnya dipisahkan dengan tanda koma. Deklarasi sebuah variable atau sekelompok variabel dapat diikuti tanda semicolon (Catatan, tanda ini sama dengan yang diterapkan pada prosedur dimana anda akan memanggil sebuah fungsi).
Jika anda tidak memakai sebuah variable yang dideklarasikan sebelumnya. program anda tidak akan dapat dioperasikan (atau di run), dan anda akan menerima pesan error yang memberitahu anda bahwa anda telah melakukan kesalahan.
Berikut adalah beberapa contoh deklarasi variable:int x;int a, b, c, d;char letter;float the_float;
Walaupun anda boleh memiliki banyak variable dengan jenis yang sama, anda tidak dapat memiliki variable dengan nama yang sama. Begitu pula anda tidak dapat memiliki variable dan fungsi dengan nama yang sama.#include <>intmain(){int thisisanumber;cout<<”Please enter a number:”;cin>>thisisanumber;cout<<”You entered: “
Coba kita bahas program diatas ini setiap barisnya. Keyword int mendeklarasikan thisisanumber menjadi sebuah bilangan integer. Fungsi cin>> membaca sebuah nilai ke dalam thisisanumber; user harus menekan tombol enter sebelum bilangan bias dibaca oleh program. Ingatlah, bahwa variable yang telah dideklarasikan adalah sebuah integer; jika user cenderung nmenulis bilangan decimal, itu akan diproses dengan tidak tepat (sebab komponen desimal dari bilangan itu akan ditolek). Cobalah menuliskan satu baris karakter atau bilangan desimal ketika anda mengoperasikan program diatas; hasil yang didapat bervariasi dari input ke input, tetapi bila tidak ada masalah akan tampak bagus. Ingatlah ketika mencetak sebuah variabel, tanda quotation tidak dipakai. Apabila ada tanda quotation, maka hasilnya adalah “You Entered: thisisanumber.”
Apabila tanda quotation dihilangkan, maka kompiler akan menganggap itu sebuah variabel, dan karena itu program akan melakukan pengecekan atas nilai variabel agar dapat mengganti nama variabel dengan variable pada saat eksekusi fungsi output. Jangan bimbang dengan adanya dua operator pemasukan dalam satu baris program. Anda bisa juga memasukan beberapa operator pemasuka dalam satu baris selama tiap operator pemasukan menghasilkan output yang berbeda; anda perlu memisahkan literal string (yaitu string yang tertutup dalam tanda quotation) dan variabel dengan menaruh masing masing operator pemasukannya (each insertion operators) (yaitu tanda <<).
Bila anda hendak mencoba untuk meletakan dua variabel bersama sama dalam satu baris program seperti tanda <;<; hasilnya adalah pesan eror; maka janganlah melakukan itu.
Jangan lupa untuk mengakhiri fungsi fungsi dan deklarasi dengan sebuah tanda semicolon. Jika anda lupa memberi tanda semicolon, kompiler akan memberi anda sebuah pesan eror pada saat anda melakukan kompilasi program anda.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More